Postingan

VTB-Orchid: Eksekusi 2

Gambar
Nurul, Yanto, Baderi, Purnomo berinisiatif menindak mengeksekusi kesepatakan VTB-Orchid pada Sabtu pagi 8/10 jam 09.00 WIB. Di awali diskusi ringan khas pantry ukhuwah, akhirnya berbuah eksekusi sungguhan. Tahap 1 Membongkar bak kontrol depan cangkruk untuk mendapatkan visual yang jelas apakah ada aliran air atau tidak jika dilakukan pengetesan aliran air. Tahap 2 Mengalirkan air dari rumah yang terdekat dengan bak kontrol dengan asumsi jika dari rumah yang terdekat saja tidak mengalir sampai bak kontrol, berarti masalah dapat segera dilokalisasi. Tim meminta pak Amin penghuni H1 membuka kran air dan terbukti air tidak ngalir sampe bak kontrol. Tahap 3. Menggali tanah dekat bis saluran air diantara kolamnikan dengan tembok pagar H1 yang diduga mengalir ke Orchid.  Namun hasilnya tidak menemukan bis dan resapan air. Penggalian geser sebelah percis langsung diatas bis dan ditemukan bak kontrol di deket pagar H1.  Tahap 4 Gagah membantu menganalisis melalu...

VTB-Orchid: Histori Gorong-Gorong

Gambar
Histori gorong-gorong VTB yang melintas Orchid cukup bervariasi dari penuturan saksi hidup. Setidaknya historisnya dapat ditinjau dari waktu, peristiwa, dan orang-orang yang menyaksikan. Dari sudut sisi perjanjian antara Developer VTB dengan Developer Orchid telah disepakati pembangunan gorong-gorong VTB2 melalui Orchid tahun 2012. Budi, membenarkan ada kesepakatan pembangunan saluran air dari VTB2 ke Orchid antar kedua developer. Developer Orchid meminta kompensasi kepada Developer VTB2 sebesar 300 jt. Namun akhirnya disepakati kedua developer bahwa kompensasi yang harus dibayar sebesar 150 jt.   Budi yang mengaku Mantan manajer teknik pengembang orchid, melanjutkan cerita, dasar kesepakatan itu, Helmi yang juga developer VTB2 membangun  gorong-gorong untuk pembuangan air. Namun seiring berjalannya waktu, Helmi baru membayar 75 jt dan tidak  melunasi dalam waktu yang lama. Karena tidak bayar, atas perintah developer Orchid, Budi yang juga marke...

VTB-Orchid: Eksekusi 1

Gambar
Hasil Kesepakatan Rembug 1 VTB-Orchid Rabu 5/10 di Aula Mushala Al Ukhuwah sbb: 1. VTB-Orchid cari akar masalah dan solusi bersama.  2. Orchid membuka gorong-gorong yang telah ditutup tahun 2013. 3. VTB melakukan tes saluran air dengan beberapa metode. 4. Orchid membuat saluran air tempotary dengan paralon.  5. Membuat grup baru Eksekusi 1 yang sudah terlaksana: - membuat WAG "Grup VTB-Orchid".  - Membuka gorong-gorong  -  untuk air meluber le jalan depan B32,B33 dan B34, pak Dhani telah mengintruksikan pak Ramdani untuk pembuatan saluran temporary dengan pvc 3" tembus ke saluran Drainage Orchid.  - yang masih terus berproses, mencari akar masalah dan solusi. Diketahui posisi dan jalur gorong-gorong sebagaimana garis berwarna merah pada peta di bawah ini. Bak Kontrol ke 1 (dekat fasum/Mushola vtb) tertutup dan tidak berfungsi. Bak Kontrol ke 2 (belakang rumah B34/pak Teguh) Alhamdullilah tidak tertutup dan berfungsi. Bak Kontrol ke 3 (tikungan C...

VTB-Orchid: Rembug 1

Gambar
Tidak ada masalah tanpa solusi, tidak ada solusi tanpa komunikasi. Demikian pepatah bijak menginspirasi kehidupan bersosial Masyarakat.  Rabu 5/11 jam 20.00 WIB, di Aula Musola Al Ukhuwah, Perwakilan warga VTB dan Orchid mengadakan rembug bersama mencari solusi adanya air mengalir lewat celah tembok pembatas VTB dg Orchid. Sebagimana diketahui, bahwa Kontur tanah VTB lebih tinggi dari pada Orchid, sehingga dugaan-dugaan atas permasalah tersebut perlu dicari akar masalahnya. Rembug ini dihadiri oleh perwakilan warga VTB yaitu G Eko (Ketua RT saat ini), Baderi (Ketua RT selanjutnya), Apriyanto (Koordinator VTB 2012-2013), Biem, Ade Akhyar (Koordinator 2014-2016), Gagah, Anwari, Julius, dan Juhani. Sedangkan pihak orchid dihadiri oleh Dhany Wika (Ketua RT saat ini), Brian (Ketua RT berikutnya), Oki (Ketua RT sebelumnya), Teguh, dan Budi (mantan manajer teknik developer orchid). Eko, Ketua RT VTB saat ini membuka rembugan dengan memperkenalkan perwakilan warga VTB satu pers...

SuryaTravel Malang-Caruban PP

Gambar
Bahagiannya orang tua yang dikunjungi anaknya. Dalam kondisi sudah tak muda lagi, orang tua berharap anak anaknya memyempatkan diri mengunjunginya sebentar atau lama.  Atas semangat itulah, bertekat bulat mengunjungi orang tua. Tidak lama, dua hari satu malam saja, tapi dapat melihat dan mendengarkan curhat-curhatannya. Juga sebagai imbal cerita, patut menceritakan isteri dan cucu cucunya.  Singkat cerita, untuk menjangkau Kota Caruban, seorang teman saat jadi bantara dan osis memberikan rekomendasi naik Surya Travel. Benar saja, Surya dapat melayani antar jemput dari pintu ke pintu.  Perjalanan Malang Caruban memakan waktu kurang lebih 5 jam karena menggunakan jalur biasa bukan tol. Trayek yang dilalui yaitu Malang-Batu-Pare-Kediri-Kertosono-Nganjuk- dan Caruban. Trayek yang melewati beberapa bukit dan sungai menjadi pengalaman yang mengasikan dengan tinkungan yang jumlahnya cukup banyak.  Beberapa travel yang bisa dimanfaatkan yaitu Dieng da...

Bandara Abdurahman Saleh Malang Mulai Melayani Jam 09.00

Gambar
Satu peristiwa unik yang baru kali pertama sepanjang pengalaman proses check in di bandara. Keunikan ini terjadi di Bandara Abdurahman Saleh Malang, Kamis (1/9) saat t8ba di bandara pukul 8.30 untuk penerbangan Batik jam 10.45.  Uniknya adalah para penumpang yang datang lebih awal ketahan dipintu masuk gedung bandara lantaran petugas belum datang. Terlihat para calon penumpang menunggu masuk dibuka. Sesekali calon penumpang yang baru datang bertanya, kenapa belum bisa masuk. Porter yang ada disekitar memberitahu bahwa gedung akan dibuka jam 09.00. Tak ayal penumpang menghela napas panjang memaklumi kejadian ini.  Kalau dilihat pada monitor yang tersedia, jadwal penerbangan tiap hari hanya 3 kali penerbangan. Mungkin hal itu yang menyebabkan para petugas terlihat santai dan tidak hetic. Namun setelah dikonfirmasi kepada petugas bandara, bahwa jam kerja bandara mengikuti jam kerja Pemerintah Propinsi Jawa Timur yaitu jam 07.30-16.00. Ditambahk...

Merpati di Alun-Alun Malang

Gambar
Pagi ini terasa dingin, meskipun AC di kamar 105 Hotel Santika Primiere sudah dimatikan sejak jam 21.00 WIB. Selepas Sholat Subuh ada keinginan segera keluar kamar, namun masih tertahan oleh pembuatan bahan paparan yang akan disajikan jam 09.00 nanti. Juga tertunda oleh pembuatan narasi publikasi kegiatan Fastuk TTIS yang pada kesempatan kedua musti di publikasikan. Selepas menyelesaikan kedua bahan, lantas jam 05.30 bergegas keluar kamar dan saat berada dilorong hotel, hembusan angin dingin menyapu kulit yang tak terlindungi jaket. Langkah kaki mengajak hingga lobby. Sesampainya di depan, pelataran basah dan langit bermendung tebal kehitaman. sepertinya hujan akan turun kembali, sang satpam menyeriangi dan meyakinkan, ini sudah terang dan tidak hujan lagi.  Keraguan untuk melanjutkan keinginan berjalan kaki hingga Alun-Alun Kota Malang terus menggelayuti hingga membawa kembali masuk kamar 105. Setelah satu jam berikutnya akhirnya membulatkan tekat untuk berjalan kaki ke Alun-Alun,...