Postingan

Trotoar LR Wallet Banda Aceh

Gambar
Tak direncanakan singgah di Kota Alam Roastery di Jalan Ahmad Yani Banda Aceh (4/8). Saat berjalan kaki diseberangnya tampak sejumlah orang yang kalau diperkirakan pegawai disekitarnya. Kalau boleh di bilang cukup ramai pada saat jam makan siang. Terbesit nanti kalau lewat singgah sebentar Benar saja, akhirnya singgah juga setelah menyusuri trotoar yang dibangun Pemkot Banda Aceh ini cukup bagis dibandingkan tahun 2019 saat itu. Trototar tang dibangun cukup bagus, nyaman, dan ramah terhadap penyandang difabel hingga bole di bilang humanis.  Gang yang dulunya kumuh, saat ini berubah jadi indah saat ada trotoar. Tembok tua yang tak terawat menjadi indah saat mural yang dilukir seniman-seniman andalan. Suasana ini dimanfaatkan UKM yang berada disekitarnya tanpa merampas hak pejalan kaki. Ini menandakan bahwa trotoar membawa dampak positif bagi pejalan kaki pembayar pajak dan mendorong tumbuhnya perekonomian melalui inovasi para UKM disekitarnya. Sal...

Mie dan Nasi Goreng Bardi

Gambar
Sore itu (3/8) jarum jam menunjukan pukul 17.30 waktu Banda Aceh. Di Jabodetabek pada jam segitu sudah menjelang Maghrib, namun tidak di Aceh, karena Maghribnya kurang lebih  pukul 19.00. Selepas dari Pantai Lampuuk Aceh Besar, obrolan seputar mie khas Aceh begitu gencar. Sang sopir yang beristeri orang keturunan Arab Yaman begitu bersemangat menceritakan masakan khas Aceh dengan bumbu khusus beberapa "level" itu. Warung mie yang disebut-sebut itu adalah Warung Mie dan Nasi Goreng BARDI. Magnet Mie Bardi sebenarnya ada pada narasi "level". Narasi yang dikemas apik hingga wisatawan dari Jabodetabek bahkan dari Malaysia pun terkesima dan berkeinginan kuat untuk mencobanya. Menunya sedikit pilihannya, makanan yang tersedia cuma ada dua saja, "enak dan enak sekali" "Level" kekuatan mulai 1 sampai dengan 12, dimana 1 paling rendah dan 12 paling tinggi. Kekuatan level berpengaruh pada dampak selepas memakannya.  ...

Pantai Momong Lampuuk Aceh Besar

Gambar
Pak Rudi, salah satu pengemudi Bank Aceh membawa kami ke Pantai Momong Lampuuk Kab Aceh Besar (3/8). Rupanya selepas makan siang di Warung Hasan, Pak Rudi mendapat bisikan salah satu pejabat Divisi IT Bank Aceh untuk membawa kami ke pantai Momong.  Lokasi Pantai Momong Lampuuk cukup terjangkau dari Banda Aceh. Saat menuju ke lokasi, melintasi rumah pahlawan nasional Tjut Nyak Dien. Teringat pada tahun 2019 pernah menyinggahi tempat tersebut.  Ternyata garis pantai Momong Lampuuk sejalur dengan Pantai Lok Nga yang tahun 2019 pernah Kami kunjungi sebelumnya. Saat itu menjelang sunset dan percis di belakang bukit yang menjorok ke laut itu.  Cuaca di Pantai Momong berombak cukup tinggi disertai angin yang kencang dan disertai hujan. Kamipun segera berteduh dan mencari sembunyi dari terpaan angin laut yang dingin disertai butiran-butiran air hujan.  Ditemani minuman yang sejak awal dipesan, omong-punya omong akan...

Masjid Baiturahman Aceh pasca Subuh

Gambar
Rabu (3/8) ini diberi karunia untuk kali kedua bersujud di hadapan Nya di Masjid Baiturahman Banda Aceh. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid yang sangat bersejarah dan saksi ganasnya gempa disertai tsunami tahun 2004. Eksteriornya yang cukup menawan dihiasi payung besar disisi kanan dan kiri masjid. Cahaya yang menyinari memperlihatkan lekukan seni budaya Islam yang sangat indah. Interior masjid dengan tiang-tiang pentangga menghiasi ruangan dalam masjid.  Suasana indah nan syahdu, dengan lantunan ayat-ayat Al Quran yang merdu dari sang Imam Sholat Subuh menambah kenikmatan berjamaah. Pasca subuh, pengurus masjid menyiapkan sajian kajian fiqh muamalah hingga pukul 06.00.  Bagi anda yang berkesempatan darang ka banda Aceh, patut mencobannya.

Sate Matang Banda Aceh

Gambar
Malam kedua di Aceh, Selasa (2/8) berkesempatan menikmati Sate Matang di Warung Sate Matang.  Warung ini sepelemparan batu dari Ayani. Cukup beberapa langkah dari Ayani sudah sampailah anda. Tahun 2019, Warung sate matang seluas satu ruko saja, namun ditahun 2022 sudah menggunakan 3 ruko. Ya, suatu kemajuan yang berarti. Menu utamanya sate, persis dengan nama warungnya, Warung Sate Matang. Pernah ada yang bertanya, memang ada sate yg kurang matang ? mereka jawab, owwh Matang itu nama tempat di Aceh. Yang mengesankan adalah kecepatan penyajiannya. Setelah kita selesai memesan makanan dan minuman, kurang lebih 5 menit, makanan dan minumannya sudah datang disajikan. Mengenai rasa cukup enak dan direkomendasikan u tuk ficoba. Untuk lokasinya tak jauh dari Tugu Simpang Lima Banda Aceh atau dekat dengan Kodam Iskandar Muda. Lokasinya juga berdekatan dengan penjual oleh-oleh dan souvenir. Demikian, semoga anda berkesempatan mencobanya.

Mie Razali Banda Aceh

Gambar
Senin (1/8) jam 19.30 WIB di Banda Aceh ternyata relatif masih sore untuk ukuran masyarakat sekitarnya. Perjalanan menuju Mi Razali dari Ayani dengan jalan santai kurang lebih dapat ditempuh 15 menit. Rupanya sesampainya di Mie Razali sudah tampak ramai. Wajar saja ketika kita makan malam jam 08.00 WIB di Mie Razali, bertepatan dengan waktu makan malam wsrga sekitar, sehingga tampak padat sekali. Menu utama Mie Razali ya tentu mie aceh baik goreng maupun berkuah. Masalah rasa, cocok untuk lidah orang jawa, pedasnya sedang-sedang saja. Namun jika ingin lebih pedas tinggal request saja. Jika anda ingin bawa ke Jakarta, maka akan disiapkan dan dikemas sedimikian rupa untuk mudah ditentwng ke dalam pesawat. Demikian kata penjualnya dan sudah biasa ada perkintaan seperti itu. Pantas untuk dicoba, bagi anda yang berlesempatan berkunjung ke Banda Aceh. Untuk lokasi, anda tinggal manfaatkan peta online untuk memcari lokasi Mie Razali. selamat mencoba

Kerja Bhakti Perbaikan Fasos

Gambar
Sabtu siang 23/7 pada grup warga ada postingan: *[UNDANGAN/Kerja Bakti 24 Juli 2022]* Assalamualaikum, salam sejahtera & sehat untuk bapak/Ibu semuanya.  Buat bapak bapak, berikut kami sampaikan undangan kerja bakti : Hari/tgl : *Minggu, 24 Juli 2022* Jam : mulai 08.00 pagi Agenda :  - Persiapan pengecatan lapangan badminton Terima kasih Wassalamualaikum Pengurus Minggu 24/7 pagi ini jam 08.00 WIB warga mulai berdatangan. Telah terlihat di TKP beberapa warga yang dimotori beberapa pengurus RT.  Target yang akan dikeroyok lapangan bulu tangkis yang minggu yang lalu di ketrik dan diperbaiki. Fase berikutnya membersihkan dari kotoran dan jamur yang membandel. Disapu, diguyur air, dipel, digosok, diguyur, dikerok, di pel sampai kering. Ikhtiar warga sebelum mengecat ulang lapangan kesayangan yang penuh histori ini.  Beberapa warga yang terlihat berdasarkan blok A [abstein], B [Deri, Aan] C [Bayu], D [Eko], E [Iwan, Hidayat, Biem], F [H Syamsud...